Sidebar

27
Wed, Sep
32 Artikel Baru

Benar, kini banyak orang mengidap dua penyakit ini

Blog
Typography

RASULULLAH SAW pernah menyampaikan nasihatnya di depan para sahabat. Mengenai penyakit yang akan menimpa umat menjelang akhir zaman. Dan kini, sabda Rasulullah SAW itu terbukti.

Sungguh ramalan Rasulullah SAW tak pernah meleset kerana semua itu adalah berdasarkan wahyu dari Allah yang Maha Mengetahui.
 
Lalu apakah dua penyakit yang dimaksud Rasulullah SAW?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (maksudnya): "Hampir saja umat-umat (yang kafir) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul untuk menyantap makanan". Seseorang bertanya, "Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada masa itu sedikit?" Rasulullah bersabda, "Bahkan kalian pada masa itu banyak. Akan tetapi kamu bagai buih yang dibawa oleh air. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian 'Wahn'. Kemudian seseorang bertanya, "Apa itu 'wahn'?" Rasulullah bersabda, "Cinta dunia dan takut mati," (HR. Abu Daud dan Ahmad; shahih)

Cinta dunia dan takut mati. Inilah dua penyakit yang melanda banyak orang di zaman ini. Tepat seperti sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
 
Fenomena rasuah, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan wang dan kuasa, menipu dan sebagainya merupakan bukti cinta dunia. Tidak mempedulikan halal dan haram dalam berniaga, menzalimi orang lain demi keuntungan peribadi juga merupakan bukti cinta dunia.

Semakin cinta dunia, semakin orang takut kehilangan harta. Takut kehilangan jawatan. Takut kehilangan kuasa. Umumnya hal itu akan mengakibatkan kemurungan pada masa kehilangan itu benar-benar berlaku.

Takut mati sering kali mengiringi kecintaan terhadap dunia. Kerana begitu cintanya dengan dunia, Dia tidak rela meninggalkannya. Jadinya, Dia takut jika malaikat maut datang lalu dia berpisah dengan kenikmatan di dunia ini.

Takut mati ini akan lebih ketara terlihat ketika ada panggilan jihad. Seseorang yang takut mati, dia takkan berani terjun ke medan jihad sebagaimana Abdullah bin Ubai berbalik pulang ketika menuju Uhud.